#MencatatKancah: Merayakan Memori Memorandum

Pagi ini aku sedikit mengantuk, disokong kopi sachet dan tembakau linting. Suara lalu-lalang orang kantor mengiringi saat aku mengetik artikel ini. Tidak banyak pilihan bagi kelas pekerja kreatif seperti aku untuk bisa mengerjakan apa yang aku senangi setiap saat, sehingga harus disempat-sempatkan. Pikiran ini melayang ke bulan Juli lalu, tepatnya tanggal 2 di Bandung. AkuLanjutkan membaca “#MencatatKancah: Merayakan Memori Memorandum”

292 dari 366

Seorang gadis menatap lekat-lekat layar gawainya, genggaman tangannya kencang hingga mungkin saja gawai itu akan retak layarnya. Di hadapannya ada sepiring nasi yang baru masuk mulut lima suapan, terjeda karena sebuah panggilan telefon. Di belakangnya ada keluarganya yang sedang menonton suatu pertandingan, entah apa, ia tidak sempat menengok. Lima menit sebelumnya, “Halo? Oit ada apa?”Lanjutkan membaca “292 dari 366”

Ruang Tanpa Pintu Zine (2018)

Kepalaku seringkali seperti ruang yang tak berpintu, tak bisa keluar, penat, sumpek. Jangankan jendela, pintu saja tidak ada. Berisi hal-hal yang mungkin tidak pernah kalian bayangkan, atau malah seringkali kalian mengalami hal yang sama. Kalian tidak punya sesiapa untuk melepaskan. Berlari kesana kemari mencari pertolongan di masa-masa sulit. Zine (semi buku foto) berisi visual danLanjutkan membaca “Ruang Tanpa Pintu Zine (2018)”

Kegilaan Kala Dalam Penjara

Aku belum tidur, dan mimpi dinosaurus. Aku mimpi ini karena aku baru tahu kalau enam puluh lima juta tahun lalu, dinosaurus punah akibat kondisi bumi yang galak banget saat itu. Kenapa ya, dinosaurus gak social distancing atau #dirumahaja kayak kita sekarang? Kalau mereka gitu kan, mereka gak akan punah. Gak tau juga sih ya, kitaLanjutkan membaca “Kegilaan Kala Dalam Penjara”

To All the People I’ve Let Down Before

I’m sorry. A few days back, the days I passed with emptiness. I feel that no matter how good or how much I try to please and help/work for others, I will always be wrong and lacking. It’s purely my fault, I admit that. I feel useless, unproductive, incompetent, making decisions that are always wrong,Lanjutkan membaca “To All the People I’ve Let Down Before”

Social Media Users Are Wasting Their Time

Have you ever thought so? People who use social media and engage in it are people who waste time. If you ever think like that, then you miss something. Based on Hootsuite Wearesocial research released in January 2019 social media users in Indonesia reach 150 million or 56% of the total population. The amount isLanjutkan membaca “Social Media Users Are Wasting Their Time”

Marriage and Human Completeness

Getting married is one of the ways humans legitimize the relationship of feelings and live as closely as a partner. Humans in general will get married when they already feel enough with themselves, and need other people who are trusted and loved to equip themselves. Married, as a human completeness mark. If only humans areLanjutkan membaca “Marriage and Human Completeness”

52 dari 365

I’m neglecting my realm to dissent your repeating line But according to you all those letters were written out right Confusing it seems but subsconsciously re-reading the poem you’ve had sent to me It blows a straight understanding of what may and may not rhyme Inside those pages you’ve handed down Beyond this library ofLanjutkan membaca “52 dari 365”

Kebahagiaan Budayawan dan Se(n)iman Direnggut Sejak Lama

Mudah dikriminalisasi (atau di-sensi-in), kah? *catatan: Tulisan ini dibuat murni menanggapi isu yang cukup mengganggu untuk saya (sebagai penghobi seni dan sesosok makhluk yang tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarga -yang juga penghobi seni-). Tidak bermaksud ofensif dan melawan siapapun. Tidak juga sebagai pembenaran. Segala pandangan berbeda dan/atau ketidaksukaan Anda terhadap sebagian atau seluruh isiLanjutkan membaca “Kebahagiaan Budayawan dan Se(n)iman Direnggut Sejak Lama”

Obrak Abrik Audio-Visual di Panggung MEW: Day 1 Stellar Fest 2018

Pengalaman menonton yang membingungkan — mengagumkan sekaligus mengecewakan. Setelah sempat khawatir tidak jadi berangkat karena satu dan lain hal, akhirnya aku berhasil membelah peta Bekasi — Senayan. Terimakasih, Bumble Bee. Long story short, Rabu (9/5) pukul 16:30 WIB, kakiku mendarat di pelataran Istora Senayan. Dilengkapi dengan insiden tiketku hilang satu, akhirnya aku mengalah untuk membeli lagi tiket OTS. Untung akuLanjutkan membaca “Obrak Abrik Audio-Visual di Panggung MEW: Day 1 Stellar Fest 2018”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai